Banyak orang beranggapan merawat taman itu gampang, cukup disiram jika kering, pupuki seingatnya maka tanaman akan tumbuh dengan suburnya.

Merawat taman atau tanaman sama seperti merawat kendaraan. Bayangkan jika Anda merawat mobil atau motor yang dimiliki hanya dengan diisi BBM bila habis dan ganti oli seingatnya. Dijamin dalam 2-3 tahun kendaraan Anda sudah amburadul.

Demikian juga dengan taman, banyak pemilik taman baru sadar ketika taman yang tadinya asri menjadi rusak karena kurangnya perawatan dan terpaksa harus merogoh koceknya untuk merenovasi tamannya agar tampak indah lagi.

Taman seharusnya dirawat secara intensif sejak taman itu selesai dibuat. Justru pada saat tanaman baru ditanam membutuhkan perhatian ekstra. Penyiraman dan pemupukan yang teratur sudah menjadi suatu keharusan.

Selain itu, perawatan taman yang baik harus bisa menangkap desain tamannya. Ada tanaman yang harus dibiarkan tinggi karena maksudnya memang sebagai peneduh dan ada tanaman yang perlu dipangkas supaya tidak menghambat pertumbuhan tanaman yang lain.

Pengendalian gulma (tanaman liar) juga sangat penting dilakukan sejak awal secara rutin karena sifat gulma yang gampang menyebar akan membuat sulit dikendalikan apabila keberadaannya sudah sangat banyak. Apalagi kalau ditemukan jenis gulma yang tumbuh menjalar, akan butuh kesabaran dan ketekunan dalam menghilangkannya dan membutuhkan waktu yang panjang.

Pengetahuan pengendalian hama juga harus dikuasai, penanganan terhadap setiap jenis hama berbeda-beda dan tidak bisa diperlakukan sama. Kesalahan penggunaan obat anti hama ataupun cara penerapannya bisa berakibat fatal terhadap tanaman itu sendiri.

Jika anda membuat taman dulu memakai jasa pembuatan taman, maka coba tanyakan pada yang bersangkutan bagaimana tips-tips merawat taman buatannya, karena biasanya mereka mempunyai tips untuk merawat taman tersebut. misalnya obat-obatan atau bahan-bahan yang biasa mereka gunakan untuk merawatnya.